Tamu Mancanegara Hadir, Pejabat Pemkot Batu Justru Tak Tampak di Festival Bantengan Nuswantara 2026
- account_circle PRI
- calendar_month Senin, 3 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Nampak seorang turis mancanegara yang hadir menyaksikan Festival Bantengan Nuswantara 2026 di Kota Batu. (Foto: Memodaily.id/PRI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATU, Memodaily.id – Festival Bantengan Nuswantara 2026 di Kota Batu berlangsung meriah dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga tamu mancanegara. Namun, di tengah antusiasme ribuan penonton, jajaran petinggi Pemerintah Kota Batu tidak terlihat menghadiri kirab budaya yang digelar pada Minggu (2/8/2026).
Festival budaya yang diikuti lebih dari 150 kelompok bantengan itu menampilkan atraksi khas di sepanjang rute karnaval. Raungan dan amukan banteng ketaton yang dipadukan dengan kepulan asap serta iringan musik tradisional menciptakan suasana sakral. Setiap peserta mendapat kesempatan tampil selama sekitar dua menit di depan panggung kehormatan.
Meski kursi tamu kehormatan tersedia, tidak tampak pejabat utama Pemerintah Kota Batu menghadiri puncak kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Festival Bantengan Nuswantara, Anjani, mengatakan pihaknya telah mengundang seluruh pejabat Pemerintah Kota Batu sejak hari pertama hingga hari keempat penyelenggaraan.
“Kami sudah mengundang semua pejabat Kota Batu dari hari pertama sampai hari keempat. Kalau hari ini mereka tidak hadir, mungkin karena kelelahan atau ada kesibukan lain,” ujarnya kepada awak media.
Anjani menjelaskan, Festival Bantengan Nuswantara tahun ini diselenggarakan secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya memberikan dukungan dalam proses perizinan.
“Tahun ini festival bantengan murni swadaya masyarakat tanpa dukungan dari pemerintah, hanya bantuan terkait perizinan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berkolaborasi dengan pemerintah,” katanya.
Di sisi lain, festival tersebut justru menarik perhatian seniman dari berbagai negara. Sebanyak 18 tamu mancanegara hadir untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Mereka berasal dari Malaysia, Australia, Jepang, Maroko, dan Chili. Kehadiran para tamu internasional menunjukkan bahwa Festival Bantengan Nuswantara mulai dikenal di tingkat global sebagai salah satu agenda pelestarian budaya tradisional Indonesia.
Anjani menegaskan, keberhasilan festival tidak diukur dari banyaknya pejabat yang hadir, melainkan dari besarnya antusiasme masyarakat serta dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal.
“Kami dari Pendekar Bantengan Nuswantara menegaskan, kesuksesan suatu acara bukan dinilai dari berapa jumlah pejabat yang hadir, melainkan animo masyarakat untuk menyaksikan festival bantengan. Fokus utama kami adalah mengangkat perekonomian masyarakat Kota Batu melalui sektor UMKM,” pungkasnya.
- Penulis: PRI
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar