Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Zulham Bongkar Kejanggalan DTSEN: Warga Susah Masuk Desil 8-9, Bansos Terancam Salah Sasaran

Zulham Bongkar Kejanggalan DTSEN: Warga Susah Masuk Desil 8-9, Bansos Terancam Salah Sasaran

  • account_circle ADK
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.Id – Data kesejahteraan warga kembali dipertanyakan. Di tengah tuntutan agar bantuan sosial tepat sasaran, temuan di lapangan justru menunjukkan sejumlah warga dengan kondisi ekonomi memprihatinkan tercatat dalam desil kesejahteraan tinggi.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, menemukan kejanggalan itu setelah turun langsung ke Desa Talok, Rabu (2/9). Ia mendatangi rumah warga satu per satu untuk mencocokkan kondisi nyata dengan data yang tercantum dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hasilnya membuat Zulham geleng-geleng kepala.
Ia menemukan warga penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik, tinggal dan dirawat di rumah adiknya, tetapi tercatat dalam desil 7.

Ada pula Listiana Arianti alias Bu Ana. Dengan pendapatan sekitar Rp1,5 juta per bulan sebagai asisten rumah tangga serta tambahan sekitar Rp500 ribu dari usaha kerajinan, ia justru tercatat dalam desil 8.

Temuan lain menimpa Winarti, seorang perempuan yang telah berstatus cerai mati, tinggal di rumah adiknya dan memiliki penghasilan tidak menentu. Namun, dalam data yang dicek Zulham, ia tercatat pada desil 6.

Bahkan, Zulham mengaku menemukan warga yang masuk desil 9, sementara kondisi riilnya jauh dari kategori warga yang tergolong mampu. Warga tersebut disebut hidup dalam kondisi sulit dan kerap sakit.

“Ini bukan cerita katanya-katanya. Saya datangi sendiri rumahnya, saya lihat sendiri kondisinya,” ujar Zulham saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Sebab, data desil menjadi bagian penting dalam menentukan sasaran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial.

“Kalau data sedasar ini saja bisa salah, bagaimana kita bisa percaya bansos benar-benar sampai ke orang yang butuh?” kritiknya.

Zulham mempertanyakan berapa banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan tetapi justru tidak masuk radar karena klasifikasi ekonominya dalam sistem tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kesalahan data, kata dia, bisa berujung pada kesalahan kebijakan.

“Ini bukan cuma soal angka di sistem. Ini soal hak warga yang seharusnya dilindungi negara,” tegasnya.

Karena itu, Zulham mendesak pemerintah tidak menjadikan DTSEN sebagai data yang cukup dipercaya hanya karena tercatat dalam sistem. Verifikasi faktual di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi warga benar-benar sesuai dengan klasifikasi yang tercantum.

Ia juga menyatakan temuan di Desa Talok tersebut siap ditunjukkan kepada pihak terkait sebagai bahan evaluasi.

“Sudah saatnya DTSEN diverifikasi ulang, bukan cuma dipercaya mentah-mentah dari layar,” tandasnya.

Bagi Zulham, persoalan tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah. Jangan sampai warga yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru tersingkir dari daftar penerima bantuan hanya karena angka desil tidak menggambarkan kenyataan hidup mereka.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wahyu Hidayat: Jadi Sekwan Bukan Tugas Mudah

    Wahyu Hidayat: Jadi Sekwan Bukan Tugas Mudah

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan) memiliki tanggung jawab strategis sekaligus kompleks karena harus menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan DPRD di tengah dinamika politik yang terus berkembang. Hal itu disampaikan Wahyu saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Sekretariat DPRD Tingkat Nasional yang digelar Asosiasi Sekretaris DPRD […]

  • Pawai HUT RI ke-81 di Kota Malang Berakhir, Hadiah dan Piala Menanti Lima Peserta Terbaik

    Pawai HUT RI ke-81 di Kota Malang Berakhir, Hadiah dan Piala Menanti Lima Peserta Terbaik

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pawai Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Malang telah berakhir. Lima kelurahan dari lima kecamatan tampil membawa kreativitas dan potensi wilayah masing-masing. Meski pawai telah selesai digelar pada Minggu (13/9/2026), hasil lomba belum diumumkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih melakukan rekapitulasi nilai dari tim juri lintas organisasi […]

  • Kejagung Sita Aset Aseng, Lamborghini Aventador Ditemukan Tersembunyi di Gang

    Kejagung Sita Aset Aseng, Lamborghini Aventador Ditemukan Tersembunyi di Gang

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung menyita sejumlah aset milik tersangka SDT alias Aseng dalam perkara dugaan korupsi penyimpangan tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan/atau IUP Operasi Produksi PT QSS di Provinsi Kalimantan Barat periode 2017-2025. Penyitaan dilakukan setelah tim penyidik menggelar penggeledahan di […]

  • DPR Minta Pendidikan Tinggi Jadi Prioritas Utama Cetak SDM Unggul

    DPR Minta Pendidikan Tinggi Jadi Prioritas Utama Cetak SDM Unggul

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Komisi X DPR RI menegaskan bahwa upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan tinggi harus menjadi prioritas strategis untuk menghasilkan tenaga kerja terampil, ilmuwan, peneliti, dan inovator yang mampu meningkatkan daya saing bangsa. Pandangan tersebut disampaikan dalam rapat kerja […]

  • DPRD Kota Malang Ungkap Biaya Feeder Trans Jatim Capai Rp4 Miliar per Tahun

    DPRD Kota Malang Ungkap Biaya Feeder Trans Jatim Capai Rp4 Miliar per Tahun

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pengembangan feeder Trans Jatim di Malang Raya mulai mengerucut pada sejumlah persoalan penting, mulai dari kebutuhan anggaran hingga kesiapan armada angkutan kota dan nasib sopir angkot. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi NasDem-PSI Kota Malang, Dito Arif Nurakhmadi, menyebut Kota Malang perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp4 […]

  • JPU: Duplik Terdakwa Perkuat Dakwaan Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

    JPU: Duplik Terdakwa Perkuat Dakwaan Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai nota duplik yang disampaikan terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi digitalisasi pendidikan terkait pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi justru memperkuat materi dakwaan yang telah diajukan. Hal tersebut disampaikan JPU Corneles Geeb Paulus usai persidangan dengan agenda pembacaan nota duplik terdakwa di […]

expand_less