Breaking News
Kamis, 15 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 1,43 Juta Siswa Terdampak Karhutla, DPR Minta Sekolah Siapkan Belajar Alternatif

1,43 Juta Siswa Terdampak Karhutla, DPR Minta Sekolah Siapkan Belajar Alternatif

  • account_circle RFR
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada keberlangsungan pendidikan jutaan siswa. Kabut asap yang mengancam kesehatan memaksa sekolah di sejumlah wilayah menyesuaikan pembelajaran, sehingga diperlukan alternatif belajar agar peserta didik tidak tertinggal materi dan mengalami kesenjangan pendidikan.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 1 September 2026 mencatat sebanyak 12.874 satuan pendidikan dengan sekitar 1,43 juta peserta didik di enam provinsi melaksanakan pembelajaran dari rumah akibat dampak karhutla.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 639,23 hektare lahan masih dalam penanganan kebakaran per 12 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 513,89 hektare berada di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, mengingatkan pemerintah agar kebijakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka di wilayah terdampak disertai layanan pendidikan alternatif yang dapat diakses seluruh siswa.

Kurniasih mengapresiasi terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang layanan pendidikan di daerah terdampak kabut asap. Menurutnya, perlindungan kesehatan anak harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak mereka untuk memperoleh pendidikan.

“Jangan biarkan kabut asap hari ini menutupi masa depan pendidikan anak-anak kita. Melindungi anak dari karhutla berarti menjaga kesehatan mereka hari ini sekaligus menjaga kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Surat edaran tersebut mengatur penyesuaian pembelajaran berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Ketika kualitas udara membahayakan kesehatan, kegiatan belajar tatap muka dapat dibatasi atau dihentikan sementara sesuai kondisi wilayah terdampak.

Namun, penghentian pembelajaran di sekolah perlu diikuti metode belajar alternatif agar siswa tetap memperoleh materi dan pendampingan. Kurniasih mendorong sekolah menyediakan modul cetak, lembar kegiatan belajar, serta pendampingan guru, terutama bagi peserta didik yang tidak memiliki akses internet atau perangkat digital.

Selain itu, pemantauan perlu dilakukan terhadap siswa yang mengalami gangguan kesehatan maupun anak berkebutuhan khusus agar mereka tetap mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat.

“Persoalan pendidikan akibat karhutla tidak berhenti pada keputusan apakah sekolah dibuka atau ditutup. Yang harus dipastikan adalah jangan sampai bencana ekologis berubah menjadi ketimpangan pendidikan,” tegasnya.

Setelah kualitas udara membaik, sekolah juga perlu memetakan materi pembelajaran yang belum dikuasai siswa selama masa darurat. Pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan agar peserta didik mampu mengejar ketertinggalan materi.

Koordinasi dengan layanan kesehatan turut diperlukan untuk memantau kondisi anak dan meminimalkan risiko paparan asap selama kegiatan pendidikan berlangsung.

“Ketika kondisi udara membaik dan anak-anak kembali ke sekolah, tugas kita bukan sekadar mengembalikan mereka ke ruang kelas. Kita juga harus memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal akibat keterbatasan belajar selama masa karhutla,” pungkas Kurniasih.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Ipul Tegaskan PBNU Solid, Warga NU Diminta Abaikan Hoaks

    Gus Ipul Tegaskan PBNU Solid, Warga NU Diminta Abaikan Hoaks

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU), khususnya pengurus wilayah dan cabang, agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang beredar menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, warga NU sebaiknya hanya mengacu pada informasi resmi yang […]

  • RSD Soebandi Siapkan Pengembalian Uang Jaminan Pasien Rp500 Juta

    RSD Soebandi Siapkan Pengembalian Uang Jaminan Pasien Rp500 Juta

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle WNP
    • 0Komentar

    JEMBER, Memodaily.id – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember memastikan akan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan mengembalikan uang jaminan pasien yang sebelumnya dipungut. Nilai dana yang akan dikembalikan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Plt Direktur RSD dr Soebandi, dr Andry Kusuma, menegaskan pihaknya berkomitmen mematuhi rekomendasi tersebut. Saat ini rumah sakit masih […]

  • Khamim Tohari Tampil sebagai Patih Majapahit, Karnaval Satu Abad Desa Tulungrejo Pukau Ribuan Warga

    Khamim Tohari Tampil sebagai Patih Majapahit, Karnaval Satu Abad Desa Tulungrejo Pukau Ribuan Warga

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Perayaan Satu Abad Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berlangsung semarak melalui Karnaval Budaya Merti Bumi Tulungrejo 2026, Rabu (5/8/2026). Mengusung tema “Kejayaan Majapahit di Masa Lampau”, karnaval tersebut menghadirkan replika kejayaan Kerajaan Majapahit dengan menampilkan sosok Ratu Tribhuwana Tunggadewi beserta para pengawalnya. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian masyarakat adalah sosok […]

  • Merah Putih 81 Meter Diarak 8 Km di Bumiayu

    Merah Putih 81 Meter Diarak 8 Km di Bumiayu

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dikirab sejauh kurang lebih 8 kilometer di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (17/8/2026). Kirab tersebut digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 69 anggota Linmas bersama tiga pilar kelurahan, perangkat RT/RW, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kelompok kesenian turut ambil […]

  • Onyeko Malang, Kafe Nyaman dengan Kopi Berkualitas dan Harga Bersahabat

    Onyeko Malang, Kafe Nyaman dengan Kopi Berkualitas dan Harga Bersahabat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kafe Onyeko di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi favorit bagi penikmat kopi dan pencari suasana santai. Mengusung konsep minimalis dengan area indoor dan outdoor, kafe ini menawarkan kenyamanan untuk bersantai, berdiskusi, maupun berkumpul bersama keluarga dan teman. Tak hanya menghadirkan beragam varian kopi, Onyeko juga menyediakan pilihan […]

  • Prabowo Dukung Percepatan Penanganan Karhutla di Kalbar

    Prabowo Dukung Percepatan Penanganan Karhutla di Kalbar

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Dukungan tersebut mencakup penambahan personel dan sarana udara. Hal itu disampaikan Panglima Jilah seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). “Kita membahas tentang karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera. Dan […]

expand_less