Breaking News
Kamis, 15 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bukan Sekadar Belanja Perlengkapan, RT Berkelas Malang Dituntut Tuntaskan Masalah Warga

Bukan Sekadar Belanja Perlengkapan, RT Berkelas Malang Dituntut Tuntaskan Masalah Warga

  • account_circle ADK
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mengubah orientasi Program RT Berkelas untuk tahun anggaran 2027. Pengadaan meja, kursi, tenda hingga laptop tidak lagi menjadi prioritas dalam Kamus Usulan. Kebijakan ini menegaskan bahwa anggaran program di tingkat rukun tetangga (RT) harus lebih berorientasi pada penyelesaian persoalan warga, bukan sekadar belanja perlengkapan.

Kepala Bagian Pemerintahan Kota Malang, Yuyun Nanik Ekowati, mengatakan penataan tersebut dilakukan agar program yang menyasar lingkungan masyarakat itu memberikan manfaat lebih konkret. Usulan kegiatan diharapkan berangkat dari kebutuhan riil dan persoalan yang benar-benar dihadapi warga.

Hal itu disampaikan Yuyun saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Kamis (15/10/2026).

“Pengadaan barang harus punya tempat, tidak boleh ditaruh di rumah ketua RT atau pengurus lainnya,” tegas Yuyun
.
Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan 2027, pengadaan meja, kursi, dan tenda secara tegas tidak lagi menjadi prioritas dalam Kamus Usulan RT Berkelas. Menurutnya, setiap usulan harus mempertimbangkan manfaat serta kontribusinya terhadap penyelesaian masalah di lingkungan masing-masing.

Yuyun mengakui, tingginya usulan pengadaan barang pada tahun pertama pelaksanaan program tidak terlepas dari terbatasnya waktu perencanaan. Kondisi tersebut membuat sebagian pengurus RT memilih pengadaan barang yang dinilai lebih mudah dan cepat direalisasikan.

Namun, pola tersebut dinilai perlu diubah. Pada siklus perencanaan berikutnya, pengurus RT diharapkan lebih mengutamakan identifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan daripada sekadar mengajukan kebutuhan barang.

“Jadi untuk 2027, secara tegas tidak boleh ada pengadaan kursi, tenda, dan meja dalam Kamus Usulan RT Berkelas,” jelas Yuyun.

Pemkot Malang mengarahkan program tersebut untuk mendukung penanganan berbagai persoalan berbasis wilayah. Fokusnya meliputi kemiskinan, kesehatan, stunting, persampahan, banjir, sanitasi, pertumbuhan ekonomi hingga ketahanan pangan.

Yuyun menambahkan, perubahan prioritas tersebut sejalan dengan harapan Wali Kota Malang agar Program RT Berkelas benar-benar menjadi instrumen penyelesaian persoalan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.

“Jadi memang harapan Bapak Wali Kota agar program RT Berkelas ini dapat menyelesaikan persoalan di tingkat RT,” imbuhnya.

Salah satu contoh kegiatan Program RT Berkelas Tahun Anggaran 2026 terlihat di Jalan Hamid Rusdi Timur VII, RT 05 RW 16, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, pembangunan atau rehabilitasi drainase tersebut memiliki volume sepanjang 75 meter dengan anggaran Rp47.025.000. Pekerjaan itu tercatat dilaksanakan melalui Pokmas Bunulrejo dengan sumber pembiayaan Program RT Berkelas Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut menggambarkan pembangunan infrastruktur lingkungan yang menyasar kebutuhan masyarakat. Drainase yang berfungsi baik dapat membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

Contoh itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat di tingkat RT tidak selalu harus dijawab melalui pengadaan perlengkapan. Pembangunan infrastruktur dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

Meski demikian, penentuan kegiatan tetap perlu didasarkan pada kondisi lapangan, tingkat urgensi, dan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, anggaran yang dialokasikan tidak hanya terserap, tetapi juga mampu menjawab persoalan yang menjadi prioritas di masing-masing wilayah.

Penataan Program RT Berkelas sebelumnya juga diikuti penerbitan surat edaran yang mengoreksi ketentuan pengadaan sejumlah barang, termasuk meja dan kursi.

Yuyun menyampaikan, pelaksanaan Program RT Berkelas untuk tahun anggaran 2027 saat ini masih mengacu pada Peraturan Wali Kota Malang Nomor 18 Tahun 2025. Sementara itu, Pemkot Malang sedang memproses perubahan terhadap peraturan tersebut.

Menurutnya, penyempurnaan regulasi diperlukan agar pelaksanaan program semakin terarah dan sesuai dengan sasaran pembangunan berbasis wilayah.

Tantangan berikutnya adalah memastikan usulan kegiatan benar-benar mencerminkan kebutuhan warga. Mekanisme penentuan prioritas yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan juga diperlukan agar anggaran tidak hanya habis dibelanjakan, tetapi menghasilkan manfaat yang terukur.

Yuyun menegaskan, tujuan utama Program RT Berkelas adalah membantu menyelesaikan persoalan masyarakat dari lingkup terkecil pemerintahan.

“Harapannya, Program RT Berkelas benar-benar bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan RT,” pungkas Yuyun.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khofifah Salurkan Beasiswa Rp50 Miliar untuk 50 Ribu Siswa Jatim

    Khofifah Salurkan Beasiswa Rp50 Miliar untuk 50 Ribu Siswa Jatim

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan Beasiswa Afirmasi kepada sekitar 50 ribu siswa SLB, SMA, dan SMK. Program tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan pendidikan sekaligus mencegah siswa putus sekolah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyalurkan bantuan tersebut di aula SMKN 3 Jombang, Jumat (28/8/2026). Setiap penerima Beasiswa Afirmasi mendapatkan bantuan […]

  • Lucy: Mundurnya Kepala BGN Jadi Titik Balik Benahi MBG

    Lucy: Mundurnya Kepala BGN Jadi Titik Balik Benahi MBG

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pengunduran diri Naniek Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menegaskan, pergantian kepemimpinan harus diikuti pembenahan sistem agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Naniek […]

  • DPRD Kota Malang Tegaskan SPMB 2026 Harus Bebas Titip Siswa

    DPRD Kota Malang Tegaskan SPMB 2026 Harus Bebas Titip Siswa

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    Memodaily.id – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, DPRD Kota Malang mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan tidak melakukan intervensi dalam proses penerimaan peserta didik. Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Hardiyanto, menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik titip siswa maupun perlakuan khusus yang berpotensi mencederai prinsip […]

  • Dhoho Night Carnival 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Warga Padati Kota Kediri

    Dhoho Night Carnival 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Warga Padati Kota Kediri

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle AK
    • 0Komentar

    KEDIRI, Memodaily.id – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati resmi membuka Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Mengusung tema “Symphony of Nature”, karnaval budaya tahunan ini kembali menyedot perhatian ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute parade, Sabtu malam. Pembukaan DNC 2026 dihadiri Ibu Sinta Aji beserta rombongan, Direktur […]

  • Prabowo Apresiasi Haji 2026, Minta Layanan Ditingkatkan dan Masa Tunggu Dipercepat

    Prabowo Apresiasi Haji 2026, Minta Layanan Ditingkatkan dan Masa Tunggu Dipercepat

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai berjalan baik. Meski demikian, Kepala Negara meminta pemerintah terus melakukan perbaikan layanan, mulai dari kualitas konsumsi, akomodasi, hingga percepatan masa tunggu keberangkatan jemaah haji Indonesia. Hal itu disampaikan usai Presiden menerima Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah bersama […]

  • DPR Dorong RUU Ketenagakerjaan Seimbangkan Perlindungan Buruh dan Kepastian Dunia Usaha

    DPR Dorong RUU Ketenagakerjaan Seimbangkan Perlindungan Buruh dan Kepastian Dunia Usaha

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan harus mampu menyeimbangkan perlindungan hak pekerja dengan kepastian bagi dunia usaha. Menurutnya, regulasi baru tidak boleh hanya berpihak pada satu sisi, tetapi harus menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan iklim investasi yang kondusif. Pernyataan tersebut disampaikan Ledia saat […]

expand_less