Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gus Hilmy Desak NU Ambil Peran Atasi Krisis Lingkungan

Gus Hilmy Desak NU Ambil Peran Atasi Krisis Lingkungan

  • account_circle RFR
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKALONGAN, Memodaily.id – Anggota DPD RI Hilmy Muhammad menegaskan bahwa ulama dan pesantren harus mengambil peran aktif dalam merespons persoalan sosial, termasuk krisis lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap isu pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keulamaan dalam mengayomi umat.

Pernyataan tersebut disampaikan Hilmy saat menjadi narasumber dalam Halaqah Nilai-nilai Keulamaan Pesantren bertema “Membaca Etnografi Ulama Pesantren sebagai Episentrum Keilmuan dan Peradaban di Nusantara” yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kota Pekalongan bekerja sama dengan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UIN KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan itu diikuti para pengasuh pondok pesantren, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Badan Koordinasi (Badko) TPQ, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama.

Dalam pemaparannya, Katib Syuriyah PBNU yang akrab disapa Gus Hilmy itu menekankan bahwa konsep ri’ayah atau pengayoman tidak hanya menyangkut urusan ibadah, tetapi juga mencakup persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk pencemaran lingkungan.

Ia mencontohkan kondisi di Pekalongan yang menghadapi persoalan sampah, pencemaran sungai, polusi udara, hingga limbah yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

“NU harus berani berbicara soal sampah, pencemaran sungai, polusi udara, dan bahaya limbah terhadap kesehatan. Jika ulama diam, maka hilanglah keteladanan dan ri’ayah terhadap umat,” ujar Gus Hilmy.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tersebut, ulama harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Peran menjaga atau njagani umat, katanya, merupakan nilai utama yang harus terus relevan di setiap zaman.

Ia menambahkan, NU perlu mampu menerjemahkan fikih maupun regulasi dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat tanpa meninggalkan substansi ajaran Islam.

Selain itu, Gus Hilmy menilai hubungan antara kiai dan santri tidak sebatas hubungan guru dan murid, melainkan hubungan kekeluargaan yang dibangun melalui keteladanan selama 24 jam di lingkungan pesantren.

Ia juga mengkritisi anggapan yang membedakan pesantren menjadi tradisional dan modern hanya berdasarkan kitab yang dipelajari.

“Pesantren yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman sejatinya adalah pesantren modern, apa pun kitab yang diajarkannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Hilmy juga menyebut kiai sebagai cultural broker yang mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan perkembangan modern, sehingga pesantren tetap mampu menjawab tantangan peradaban tanpa kehilangan jati dirinya.

Halaqah tersebut turut menghadirkan Rais Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen yang menekankan pentingnya tiga dimensi ulama, yakni keilmuan, spiritualitas, dan keteladanan.

Mengutip Imam Al-Ghazali, ia menyebut ulama sebagai dokter bagi umat.

“Jika dokternya sakit, bagaimana mungkin bisa menyembuhkan umatnya,” katanya.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH Hasan Suaidi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan inisiatif PBNU dalam menyusun Piagam Keulamaan sebagai pedoman bagi ulama, santri, dan masyarakat.

Adapun Ketua RMI PBNU KH Hatim Ghozali menyoroti tantangan dakwah di era digital. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkannya, terdapat kecenderungan menurunnya keterikatan Generasi Z terhadap institusi keagamaan sehingga diperlukan strategi dakwah yang lebih adaptif agar nilai-nilai keulamaan tetap relevan di masa mendatang.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Fawait Bidik Bibit Sepak Bola Jember dari Turnamen Pelajar

    Bupati Fawait Bidik Bibit Sepak Bola Jember dari Turnamen Pelajar

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle WNP
    • 0Komentar

    JEMBER, Memodaily.id – Turnamen pelajar sepak bola antarkecamatan dan antarsekolah memperebutkan Piala Bupati Jember 2026 resmi digelar di Stadion Jember Sport Garden, Jumat (18/9/2026). Ajang yang diselenggarakan Askab PSSI Jember ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit pesepak bola sejak usia dini. Pembukaan turnamen dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Ketua Askab PSSI Jember Abdullah Wait, […]

  • DPR Minta BPD Dilindungi dalam UU BUMD

    DPR Minta BPD Dilindungi dalam UU BUMD

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, meminta pemerintah memberikan perlindungan khusus bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) maupun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini sedang disusun. Menurut Rifqinizamy, BPD memiliki karakteristik berbeda dibandingkan BUMD lainnya karena menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai […]

  • Berawal dari TikTok, Mahasiswi 18 Tahun Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Malang

    Berawal dari TikTok, Mahasiswi 18 Tahun Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Malang

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Ajakan bertemu untuk minum kopi berujung pada laporan dugaan kekerasan seksual yang dialami seorang mahasiswi berusia 18 tahun di sebuah kamar kos di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korban berinisial AR, mahasiswi asal Kabupaten Mojokerto, melaporkan dugaan peristiwa tersebut ke Polresta Malang Kota. Laporan pengaduan masyarakat tercatat dengan nomor LPM/1686/V/III/2026/SPKT/POLRESTA MALANG KOTA/POLDA JAWA […]

  • 32 Dapur MBG Kabupaten Malang Disuspensi, DPRD Desak Pengusutan Dugaan Masalah Perizinan

    32 Dapur MBG Kabupaten Malang Disuspensi, DPRD Desak Pengusutan Dugaan Masalah Perizinan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Penghentian sementara operasional 32 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang menuai sorotan DPRD Kabupaten Malang. Dewan menilai kasus tersebut harus diusut secara menyeluruh karena diduga tidak sekadar persoalan administrasi, tetapi juga berkaitan dengan proses perizinan dan pengawasan. Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad […]

  • Wali Kota Malang Ajak Lestarikan Bersih Desa Polowijen, Sejarah Kampung Jangan Sampai Hilang

    Wali Kota Malang Ajak Lestarikan Bersih Desa Polowijen, Sejarah Kampung Jangan Sampai Hilang

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Ribuan warga memadati puncak perayaan Bersih Desa Polowijen 2026 yang digelar pada Sabtu (4/7/2026) malam. Tradisi tahunan yang berlangsung secara swadaya itu dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Kota Malang, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM. Ketua LPMK Polowijen sekaligus Ketua Panitia Bersih Desa 2026, Andri Basuki, mengatakan Bersih […]

  • Logo HUT ke-25 Kota Batu Resmi Diluncurkan, Usung “Kreatif Sae”

    Logo HUT ke-25 Kota Batu Resmi Diluncurkan, Usung “Kreatif Sae”

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Wali Kota Batu Nurochman meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Halaman Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026). Logo tersebut mengusung semangat “Kreatif Sae” dengan tagline “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya” dan “Batu Sae Berkelanjutan.” Nurochman mengatakan, peluncuran logo Hari Jadi menjadi bagian dari tradisi Pemerintah Kota Batu dalam memperingati perjalanan […]

expand_less