Prabowo Dukung Percepatan Penanganan Karhutla di Kalbar
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 29 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Dukungan tersebut mencakup penambahan personel dan sarana udara.
Hal itu disampaikan Panglima Jilah seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
“Kita membahas tentang karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera. Dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu,” ujar Panglima Jilah.
Selain penanganan karhutla, Panglima Jilah menyebut pemerintah memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat, mulai dari rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit hingga dukungan TNI-Polri.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima Jilah juga menyoroti persoalan tudingan terhadap masyarakat peladang sebagai penyebab karhutla. Ia menjelaskan, aktivitas berladang masyarakat Dayak umumnya dilakukan di lahan mineral, bukan lahan gambut seperti yang banyak terdapat di kawasan perkebunan.
“Jadi kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, di situlah kita yang akan monitoringnya,” katanya.
Menurut Panglima Jilah, masyarakat adat memiliki peran dalam mengawasi aktivitas pembakaran lahan di wilayah masing-masing. Sosialisasi pencegahan karhutla juga dilakukan melalui tokoh-tokoh adat agar pembakaran tidak dilakukan sembarangan.
“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan karena masyarakat adat itu identik, dekat dengan alam,” ujarnya.
Panglima Jilah menegaskan, tradisi berladang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak sejak lama. Karena itu, keterlibatan masyarakat adat dinilai penting dalam upaya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla di Kalimantan Barat.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar