Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mentan Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Bermasalah, Kerugian Capai Rp71 Triliun

Mentan Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Bermasalah, Kerugian Capai Rp71 Triliun

  • account_circle RFR
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan peredaran beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar. Temuan tersebut diperkirakan menyebabkan potensi kerugian konsumen hingga Rp71 triliun serta potensi kerugian negara sekitar Rp56 triliun dari sisi subsidi pangan.

Amran menjelaskan, beras fortifikasi merupakan pangan bergizi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok rentan, serta anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Karena mendapat dukungan subsidi pemerintah, harga beras fortifikasi seharusnya tidak jauh berbeda dengan beras medium.

“Fortifikasi itu diberikan vitamin-vitamin khusus untuk masyarakat menengah ke bawah, orang yang stunting, atau kekurangan gizi. Logikanya harganya harus murah, minimal setara beras medium atau sedikit lebih tinggi karena ada tambahan vitamin. Tapi ternyata ada yang dijual sampai Rp42 ribu per kilogram. Ini tidak masuk akal, ini akal-akalan,” kata Amran saat doorstop bersama wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan hasil pengujian tiga laboratorium, sekitar 80 persen sampel beras fortifikasi yang diperiksa tidak memenuhi standar fortifikasi. Sebagian besar produk bahkan dinyatakan bukan beras fortifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Amran, harga rata-rata beras fortifikasi yang diperiksa mencapai Rp22.665 per kilogram, bahkan ditemukan produk yang dijual hingga Rp42 ribu per kilogram.

“Yang terdaftar itu sekitar 80 persen tidak sesuai standar. Kami menggunakan banyak laboratorium agar hasilnya akurat dan seluruh temuan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Ia menegaskan, dugaan penyimpangan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga berpotensi menyalahgunakan berbagai subsidi yang diberikan pemerintah untuk mendukung produksi pangan.

Pemerintah mengalokasikan subsidi sektor pangan sekitar Rp164 triliun pada 2026. Dari jumlah tersebut, potensi subsidi yang melekat pada peredaran beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp56 triliun.

“Ini barang subsidi. Produksinya mendapat subsidi pupuk, irigasi, listrik, BBM, benih, traktor, dan lain-lain. Sudah barang subsidi, dipakai menipu pula rakyat. Ini kejam,” tegasnya.

Amran menduga praktik tersebut merupakan pergeseran modus dari dugaan pelanggaran pada beras premium yang sebelumnya telah diperketat pengawasannya. Menurutnya, pelaku diduga beralih ke beras fortifikasi karena menawarkan margin keuntungan yang lebih besar.

Ia memastikan Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum akan terus memperluas pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi.

Saat ini, Kementan telah mengumpulkan barang bukti dan tengah menyelesaikan proses administrasi sebelum menyerahkan hasil pemeriksaan kepada aparat penegak hukum. Selain proses hukum, pemerintah juga menyiapkan sanksi administratif berupa pencabutan izin edar bagi produsen yang terbukti melanggar.

“Saya sudah minta dicek sedetail mungkin. Kalau sudah terbukti melanggar, izinnya kami cabut. Yang melanggar harus diberi hukuman berat agar memberikan efek jera,” kata Amran.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian memeriksa 15 merek beras fortifikasi. Dari hasil pengawasan tersebut, sekitar 80 persen sampel dinyatakan tidak memenuhi standar fortifikasi yang dipersyaratkan.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WBBM Diraih, Wahyu Hidayat: Jangan Sampai Pelayanan Berhenti di Piagam

    WBBM Diraih, Wahyu Hidayat: Jangan Sampai Pelayanan Berhenti di Piagam

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang tidak boleh berhenti sebagai sekadar penghargaan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pesan itu disampaikan Wahyu saat menyerahkan piagam penghargaan WBBM kepada Kepala Dispendukcapil […]

  • Gerindra Desak APBD Malang Tak Sekadar Besar, Proyek dan PSU Rp22,8 Miliar Wajib Terukur

    Gerindra Desak APBD Malang Tak Sekadar Besar, Proyek dan PSU Rp22,8 Miliar Wajib Terukur

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang meminta Pemkot Malang memperketat pengawasan penggunaan anggaran dalam Perubahan APBD 2026. Besarnya belanja harus dibuktikan dengan pekerjaan berkualitas dan manfaat nyata bagi masyarakat. Juru Bicara Fraksi Gerindra, Abu Bakar, menyampaikan sejumlah titik rawan yang perlu mendapat perhatian serius saat membacakan pandangan umum fraksi, Rabu (2/9). Gerindra menyoroti […]

  • Kota Malang Raih Penghargaan Harganas 2026 Tingkat Jatim, Wali Kota Tekankan Peran Keluarga Bentuk Generasi Tangguh

    Kota Malang Raih Penghargaan Harganas 2026 Tingkat Jatim, Wali Kota Tekankan Peran Keluarga Bentuk Generasi Tangguh

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur dengan meraih penghargaan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di Graha Menur, RS Menur Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen […]

  • 25.472 KK Malang Belum Terverifikasi, DPRD Soroti Ketepatan Data Kesejahteraan

    25.472 KK Malang Belum Terverifikasi, DPRD Soroti Ketepatan Data Kesejahteraan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Persoalan akurasi data kesejahteraan masyarakat di Kota Malang kembali menjadi sorotan. Sekitar 25.472 kepala keluarga (KK) disebut masih belum terverifikasi dalam pemetaan desil berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) V3 2026. Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, meminta kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang. […]

  • Golkar Sidoarjo Mulai Panaskan Mesin Pemilu 2029

    Golkar Sidoarjo Mulai Panaskan Mesin Pemilu 2029

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle AMZ
    • 0Komentar

    SIDOARJO, Memodaily.id – Partai Golkar mulai mematangkan persiapan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi organisasi dan penyusunan strategi politik menjadi fokus dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Sidoarjo di Favehotel Sidoarjo, Sabtu (29/8/2026). Rakerda tersebut dirangkai dengan pelantikan pengurus kecamatan Partai Golkar se-Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan diikuti 284 peserta yang terdiri atas pengurus kecamatan dan jajaran […]

  • TPU Jalibar Disiapkan, Kades Oro-Oro Ombo Minta Warga Diajak Bicara

    TPU Jalibar Disiapkan, Kades Oro-Oro Ombo Minta Warga Diajak Bicara

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Rencana Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, mendapat tanggapan dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menegaskan rencana tersebut harus diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memicu pro dan kontra. Pemkot Batu berencana menyiapkan […]

expand_less