Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kredit Bermasalah BPR Delta Artha Tembus Rp83,85 Miliar

Kredit Bermasalah BPR Delta Artha Tembus Rp83,85 Miliar

  • account_circle AMZ
  • calendar_month Sabtu, 15 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDOARJO, Memodaily.id – Kredit bermasalah PT BPR Delta Artha (Perseroda) Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp83,85 miliar hingga September 2025. Pada periode yang sama, kredit kepada pihak terkait tercatat sekitar Rp9,14 miliar.

Data tersebut tercantum dalam laporan publikasi triwulanan BPR Delta Artha mengenai kualitas aset produktif posisi September 2025 yang dipublikasikan melalui situs resmi perseroan.

Dalam laporan itu, kredit kepada nonbank-pihak terkait tercatat Rp9,145 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp7,545 miliar berstatus lancar, sedangkan Rp1,6 miliar masuk kategori diragukan.

Sementara itu, kredit kepada pihak tidak terkait mencapai Rp735,14 miliar.

Total aset produktif BPR Delta Artha pada periode yang sama tercatat Rp905,12 miliar. Rinciannya, kredit kurang lancar sebesar Rp24,88 miliar, kredit diragukan Rp21,51 miliar, dan kredit macet Rp37,46 miliar.

Jika kredit kurang lancar, diragukan, dan macet digabungkan, total kredit bermasalah mencapai Rp83,85 miliar. Laporan tersebut mencatat NPL bruto sebesar 9,65 persen dan NPL neto 8,47 persen.

Direktur Kepatuhan Pialang Berjangka, Willy Filosofia, mengatakan kualitas kredit BPR Delta Artha perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dari nilai aset produktif yang bermasalah.

“Persoalan kualitas kredit Delta Artha tidak hanya terlihat dari rasio NPL. Ada pula nilai nominal aset produktif yang membutuhkan perhatian dan penanganan,” ujar Willy.

Menurut Willy, dari total Rp83,85 miliar kredit bermasalah, porsi terbesar berada pada kategori macet sebesar Rp37,46 miliar.

Besarnya kredit bermasalah juga berkaitan dengan kebutuhan pencadangan, penagihan, restrukturisasi, dan langkah penyelesaian kredit lainnya.

Selain kualitas kredit, keberadaan kredit kepada pihak terkait menjadi aspek lain yang tercatat dalam laporan BPR Delta Artha.

Willy menegaskan, kredit kepada pihak terkait tidak otomatis berarti kredit bermasalah. Namun, penyaluran tersebut tetap perlu dilihat dari sisi tata kelola dan kepatuhan terhadap ketentuan perbankan.

“Publik perlu mengetahui bagaimana proses persetujuannya dilakukan, siapa yang berwenang memberikan persetujuan, bagaimana kualitas kreditnya, serta apakah seluruh transaksi telah memenuhi ketentuan mengenai penyaluran dana kepada pihak terkait,” katanya.

Dalam laporan September 2025, sebagian besar kredit pihak terkait berstatus lancar. Namun, terdapat Rp1,6 miliar yang masuk kategori diragukan.

Data periode berikutnya juga menunjukkan nilai kredit pihak terkait berada di kisaran Rp9 miliar. Pada Desember 2025 tercatat sekitar Rp9,07 miliar, kemudian sekitar Rp9,21 miliar pada Maret 2026, dan kembali berada di kisaran Rp9,07 miliar pada Juni 2026.

Menurut Willy, besarnya eksposur kredit pihak terkait perlu dibandingkan secara proporsional dengan modal dan total penyaluran kredit BPR Delta Artha. Rekam pembayaran masing-masing fasilitas kredit juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

“Yang lebih penting adalah bagaimana eksposur kredit kepada pihak terkait tersebut dibandingkan dengan modal dan total penyaluran kredit bank, serta bagaimana kualitas pembayaran masing-masing fasilitas,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Direktur Utama BPR Delta Artha Perseroda Kabupaten Sidoarjo, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, belum memberikan tanggapan. Konfirmasi telah disampaikan melalui pesan seluler, tetapi belum mendapat respons.

  • Penulis: AMZ
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sehari Dua Kebakaran Mengamuk di Malang, Bengkel Ludes dan Lahan Bambu Terbakar

    Sehari Dua Kebakaran Mengamuk di Malang, Bengkel Ludes dan Lahan Bambu Terbakar

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kebakaran kembali menghantui wilayah Kabupaten Malang. Dalam sehari, Senin (5/10/2026), dua kejadian kebakaran tercatat ditangani petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang. Kebakaran pertama terjadi dini hari di Dusun Ngepek, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran. Sebuah rumah usaha bengkel milik Fauzi (43) terbakar dan mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta. Kepala Bidang Pencegahan […]

  • Penataan Jalan Gadang–Bumiayu Dimulai, Wali Kota Malang Target Rampung 150 Hari

    Penataan Jalan Gadang–Bumiayu Dimulai, Wali Kota Malang Target Rampung 150 Hari

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang resmi memulai proyek penataan koridor Jalan Gadang–Bumiayu, Senin (15/6/2026). Proyek yang telah lama dinantikan warga ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari untuk mengatasi kemacetan, genangan air, serta kesemrawutan aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Gadang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan penataan tersebut merupakan tindak lanjut dari program relokasi […]

  • 104 Siswa SMAN 1 Tunjungan Bergejala Usai Santap MBG, Brokoli Dilaporkan Ada Belatung

    104 Siswa SMAN 1 Tunjungan Bergejala Usai Santap MBG, Brokoli Dilaporkan Ada Belatung

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle FRS
    • 0Komentar

    BLORA, Memodaily.id – Sebanyak 104 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, diare, dan muntah pada Selasa (8/9/2026), sehari setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total 1.180 siswa, 104 di antaranya dilaporkan mengalami gejala dan mendapat pemeriksaan awal dari petugas puskesmas. Kepala Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan […]

  • DPR Soroti Ribuan Hektare Tanah Eks-HGU Terlantar dan Mandeknya Badan Pertanahan Aceh

    DPR Soroti Ribuan Hektare Tanah Eks-HGU Terlantar dan Mandeknya Badan Pertanahan Aceh

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Komisi II DPR RI menyoroti belum tuntasnya persoalan pertanahan di Aceh, mulai dari ribuan hektare tanah eks-Hak Guna Usaha (HGU) yang terbengkalai hingga mandeknya pembentukan Badan Pertanahan Aceh yang telah diamanatkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh. Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR […]

  • Boon Pring, Surga Hutan Bambu yang Wajib Dikunjungi di Malang

    Boon Pring, Surga Hutan Bambu yang Wajib Dikunjungi di Malang

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Di balik hijaunya Kabupaten Malang, terdapat destinasi wisata yang menawarkan perpaduan alam, edukasi, dan budaya dalam satu kawasan. Desa Wisata Sanankerto, Kecamatan Turen, menjadi salah satu desa wisata unggulan nasional dengan daya tarik utama Ekowisata Boon Pring, kawasan hutan bambu yang menyimpan lebih dari 115 jenis bambu dari berbagai belahan dunia. Desa […]

  • Dosen UB Soroti Risiko Kemitraan PT AMG yang Bertumpu pada Kepercayaan

    Dosen UB Soroti Risiko Kemitraan PT AMG yang Bertumpu pada Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Hubungan bisnis berbasis kepercayaan dinilai tetap membutuhkan kepastian aturan agar tidak memicu perbedaan pemahaman hingga sengketa ketika kondisi transaksi berubah. Hal itu menjadi sorotan dua dosen peneliti Universitas Brawijaya (UB), Ayu Mustika Pamungkas dan Siti Nur Shoimah, dalam kajian mengenai pola kemitraan berbasis kepercayaan (trust-based relationship) di PT Artaniaga Megah Gemilang (PT […]

expand_less