Trotoar Kayutangan Diserobot, Satpol PP Temukan PKL, Musisi hingga Banner Jadi Alas Duduk
- account_circle ADK
- calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Satpol PP Kota Malang melakukan pengawasan dan penertiban di kawasan Kayutangan Heritage, Selasa malam (29/9/2026). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Trotoar di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang kembali menjadi sorotan. Ruang yang semestinya menjadi hak pejalan kaki justru ditemukan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari berjualan hingga aktivitas musik dan tempat duduk.
Temuan tersebut terungkap saat Satpol PP Kota Malang melakukan pengawasan dan penertiban pada Selasa malam (29/9/2026).
Petugas menyisir kawasan Kayutangan untuk memastikan ruang publik tetap tertib. Dalam pengawasan itu, sejumlah aktivitas yang menggunakan area pedestrian menjadi perhatian, termasuk pedagang makanan, pengamen, pemain musik, kendaraan yang parkir sembarangan hingga banner yang digunakan sebagai alas duduk di trotoar.
Kabid KKU Satpol PP Kota Malang Mustaqim Jaya mengatakan, Kayutangan memang menjadi ruang yang ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat. Namun, keramaian tersebut tidak boleh menghilangkan fungsi trotoar.
“Di situ ada penjual bakso, penjual cilok, makanan, telur yang digulung-gulung itu ya, ada beberapa pernak-pernik maupun apa, binatang yang ada di sana,” ujar Mustaqim, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, Satpol PP tidak mempersoalkan kreativitas masyarakat selama dilakukan di tempat yang semestinya. Persoalan muncul ketika aktivitas tersebut mengambil ruang pedestrian.
Salah satunya aktivitas live music. Mustaqim menyebut sejumlah toko telah menjalankan aktivitas musik di dalam area persil mereka dan tidak mengganggu jalur pedestrian.
“Toko yang menyediakan live music itu ya terima kasih dia bermain di dalam persilnya atau di dalam tokonya dia. Tapi ada beberapa pemain musik atau musisi itu bermain di atas trotoar,” tegasnya.
Kondisi tersebut dinilai tidak tepat karena trotoar memiliki fungsi yang jelas.
“Ini space buat orang pejalan kaki,” katanya.
Masalah lainnya adalah kendaraan roda dua yang diparkir sembarangan di sisi jalan maupun area yang mengganggu akses pedestrian.
“Sama yang di sisi jalan itu motor parkir seenaknya saja. Hak pejalan kaki diambil alih,” ujar Mustaqim.
Dalam penataan tersebut, petugas juga membersihkan banner yang digunakan sebagai alas duduk di atas trotoar. Penggunaan ruang pedestrian untuk duduk maupun aktivitas lain dinilai semakin mempersempit ruang yang seharusnya bisa dilewati masyarakat.
Mustaqim menegaskan, jangan sampai pejalan kaki justru harus turun ke badan jalan hanya karena trotoar telah dipenuhi aktivitas lain.
“Bahwa hak adalah pejalan kaki. Jangan sampai di pinggir jalan mereka lewat, tetap ini hak mereka untuk jalan kaki. Mohon jangan ditutup, dikasih space,” tegasnya.
Ia pun mengajak para musisi dan masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas agar tetap memperhatikan kepentingan pengguna ruang publik lainnya.
“Pesan kami mari ya kalau berkreasi bermusik, menyalurkan bakat ya di tempat yang setidaknya tidak mengganggu kepentingan orang lain. Sekali lagi mari kita patuhi aturan yang ada,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar