Breaking News
Kamis, 15 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dugaan Perundungan dan Siswa Sakit Jantung, Orang Tua Sampaikan Keluhan di Sekolah Rakyat Samarinda

Dugaan Perundungan dan Siswa Sakit Jantung, Orang Tua Sampaikan Keluhan di Sekolah Rakyat Samarinda

  • account_circle RFR
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Dugaan perundungan, pola pengasuhan di asrama, hingga kebutuhan penanganan medis siswa dengan kelainan jantung bawaan menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan orang tua kepada anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, orang tua meminta pengawasan terhadap siswa diperkuat, setiap pelanggaran ditangani secara adil, serta tenaga pengasuh menerapkan disiplin tanpa kekerasan fisik maupun verbal.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hetifah menegaskan bahwa laporan dugaan kekerasan harus ditelusuri secara objektif dengan mengutamakan keselamatan anak dan perlindungan terhadap korban.

“Anak-anak yang bersekolah di sini datang dari latar belakang kehidupan yang beragam. Sebagian mungkin pernah mengalami situasi keluarga yang sulit, bahkan pengalaman traumatis. Karena itu, mereka membutuhkan pengasuhan yang penuh kesabaran, kasih sayang, dan pemahaman,” ujar Hetifah.

Selain persoalan perlindungan anak, orang tua menyampaikan kebutuhan penanganan medis lanjutan bagi siswa dengan kelainan jantung bawaan. Keterbatasan biaya keluarga menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian agar anak tetap dapat menjalani pendidikan tanpa mengabaikan kebutuhan kesehatannya.

Hetifah mendorong pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencari solusi sesuai kondisi dan kebutuhan medis siswa.

“Jangan sampai ada anak yang kesulitan mengikuti pendidikan karena kebutuhan kesehatannya belum tertangani,” katanya.

Persoalan lain yang disampaikan orang tua meliputi kualitas makanan, pemenuhan gizi khusus, waktu istirahat, serta kelayakan fasilitas dasar asrama. Berbagai kebutuhan tersebut dinilai perlu menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar siswa mendapatkan lingkungan belajar dan pengasuhan yang memadai.

Orang tua juga berharap anak-anak memperoleh pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sejumlah skema bantuan pendidikan, seperti Beasiswa Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, diharapkan dapat diakses siswa yang memenuhi persyaratan.

Aspirasi lainnya mencakup penguatan pendidikan agama, penambahan kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran bahasa asing, serta dukungan terhadap kebutuhan ekonomi keluarga, termasuk akses bantuan perumahan.

Menurut Hetifah, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh akses sekolah, tetapi juga perlu didukung pemenuhan kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan keluarga. Dukungan lintas sektor diperlukan agar anak dapat berkembang secara optimal dan memiliki kesempatan memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Sosial, Hetifah mendorong agar aspirasi orang tua dan siswa menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ia menekankan, persoalan yang berkaitan dengan keselamatan anak, kebutuhan medis, serta kesejahteraan psikologis harus mendapat perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi.

“Keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya berapa banyak anak yang berhasil kita sekolahkan, tetapi juga seberapa aman mereka tinggal, seberapa baik mereka diasuh, seberapa sehat mereka tumbuh, dan seberapa besar peluang mereka meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Evaluasi terhadap pengasuhan, layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pendampingan pendidikan diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat sehingga program tersebut mampu memberikan lingkungan yang aman dan mendukung masa depan siswa.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja Bangunan di Malang Mendadak Tumbang di Lantai Dua, Polisi Periksa Lokasi Kejadian

    Pekerja Bangunan di Malang Mendadak Tumbang di Lantai Dua, Polisi Periksa Lokasi Kejadian

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Seorang pekerja bangunan bernama Samsul Arif (48), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, meninggal dunia saat bekerja di proyek pembangunan rumah di Jalan Simpang Borobudur Utara Gang 2, RT 03/RW 13, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kamis (8/10/2026) sore. Korban dilaporkan tiba-tiba terjatuh dalam posisi telungkup di lantai dua bangunan sekitar pukul […]

  • KWP Ultimatum Deddy Sitorus Minta Maaf, Polemik “Kayak Sirkus” Memanas

    KWP Ultimatum Deddy Sitorus Minta Maaf, Polemik “Kayak Sirkus” Memanas

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) memberikan ultimatum selama 1×24 jam kepada anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait ucapan “kayak sirkus” yang memicu polemik saat peliputan rapat Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis (30/7/2026). KWP menyatakan akan melaporkan persoalan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan […]

  • Polemik Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berakhir, Kini Fokus Kolaborasi

    Polemik Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berakhir, Kini Fokus Kolaborasi

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Polemik terkait pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai persoalan di Surabaya dinyatakan selesai setelah Komnas Perempuan melakukan klarifikasi langsung di Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (13/8/2026). Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor mengatakan, pertemuan tersebut digelar setelah pihaknya memperoleh informasi dari pemberitaan media mengenai pernyataan Mentan Amran. “Kedatangan kami, Komnas Perempuan […]

  • Fadli Zon Resmikan Bawömataluo Expo IV di Nias Selatan

    Fadli Zon Resmikan Bawömataluo Expo IV di Nias Selatan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle AFW
    • 0Komentar

    NIAS SELATAN, Memodaily.id – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon resmi membuka Bawömataluo Expo IV (BAMEX 4) di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Senin (27/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nias ke tingkat nasional maupun internasional. Desa Bawomataluo yang dikenal sebagai desa adat megalitikum menjadi pusat […]

  • Perampok Lansia di Sumberpucung Ditangkap, Honda Jazz Korban Gagal Dijual Rp45 Juta

    Perampok Lansia di Sumberpucung Ditangkap, Honda Jazz Korban Gagal Dijual Rp45 Juta

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pelarian pelaku perampokan terhadap seorang lansia di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, berakhir setelah polisi menangkap seorang pria berinisial DAF (22). Tersangka diamankan saat berupaya menjual mobil Honda Jazz RS milik korban seharga Rp45 juta di kawasan Kecamatan Jabung. Pengungkapan kasus tersebut berawal dari kecurigaan seorang makelar mobil bernama Syamsul terhadap harga kendaraan […]

  • BKPSDM Kota Malang Perketat Pengawasan ASN, Temukan Pegawai Tak Berada di Titik Absensi

    BKPSDM Kota Malang Perketat Pengawasan ASN, Temukan Pegawai Tak Berada di Titik Absensi

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang memperketat pengawasan terhadap disiplin aparatur sipil negara (ASN) setelah menemukan sejumlah pegawai yang tercatat hadir melalui sistem absensi digital berbasis GPS, namun tidak berada di lokasi kerja saat dilakukan pengecekan lapangan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono, mengatakan pihaknya […]

expand_less